Negeri ini memang
kaya tetapi dipenuhi dengan manusia-manusia rakus yang tidak pernah bersyukur.
Para pejabat yang duduk dikursi negara bisa menikmati fasilitas negara dan
berfoya-foya tetapi di luar sana banyak anak kecil kelaparan. Uang rakyat juga
mereka makan sehingga rakyat menderita. Pejabat yang seharusnya mengurusi dan
menyejahterakan rakyat malah mementingkan kepentingannya sendiri menggunakan
fasilitas negara serta uang rakyat. Kemiskinan terjadi dimana-mana, itu
merupakan salah satu teguran dari Tuhan agar manusia saling tolong menolong dan
memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan. Tetapi manusia-manusia yang
bergelimpangan harta itu lupa dan sombong. Mereka lupa bahwa semua yang kita
miliki hanyalah titipan dan akan kembali kepada-Nya.
Manusia serakah tidak pernah
merasa puas akan apa yang sudah dimilikinya. Sehingga mereka selalu mengejar
harta dan bersaing kekayaan satu sama lain dengan menghalalkan segala cara.
Lucunya di negara ini adalah orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin
miskin. Banyak konglomerat tetapi tidak mau berbagi dengan orang yang tidak
mampu. Manusia di butakan oleh harta, namun lupa darimana harta itu datang.
Mereka di sibukkan dengan
duniawi yang mereka anggap abadi. Sehingga lupa dan meninggalkan ibadahnya.
Seakan hidup ini tidak ada yang mengatur. Kumandang suara adzan tidak mereka
hiraukan. Mereka lebih memilih untuk berpesta-pora dan tidak mau melaksanakan
ibadahnya. Dunia yang telah membutakan mereka, tidak sadar bahwa semua pasti akan
mati.
Tuhan telah mengingatkan manusia
dengan cukup halus. Tetapi mereka tetap saja pada jalan yang menyesatkannya.
Sehingga Tuhan mengingatkan mereka dengan cukup menahan kesabaran. Tuhan
memberikan cobaan yang cukup besar bagi manusia. Tuhan menurunkan bencana di
negeri ini. Seperti banjir di kota-kota metropolitan, tanah longsor, gempa
bumi, serta kecelakaan pesawat yang menewaskan banyak korban.
Itu semua adalah sebagian kecil
teguran dari Tuhan kepada manusia-manusia serakah dan mendustakan Tuhan.
Peringatan ini adalah untuk menyadarkan manusia serta agar manusia kembali
kepada jalan yang lurus. Tapi apakah teguran ini cukup menyadarkan mereka ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar