Kamis, 15 Januari 2015

Resensi Film Surat Kecil Untuk Tuhan



Sebuah film yang dirilis pada 7 Juli 2011 dengan disutradarai Harris Nizam dan ditulis oleh Agnes Davonar. Film ini diangkat dari kisah nyata dari sebuah novel yang berjudul sama yang menceritakan gadis berusia 13 tahun , Gita Sesa Wanda Cantika. Film ini dibintangi oleh Dinda Hauw sebagai Keke, Esa Sigit sebagai Andi, Egi John Foreisythe sebagai Chika, Alex Komang sebagai Ayah, Ranty Purnamasari sebagai Ibu, Dwi Andika sebagai Kiki. Film ini berdurasi 105 menit.
Dalam film ini menceritakan tentang kisah nyata perjuangan Gita Sesa Wanda Cantika atau sering panggil Keke yang berjuang melawan penyakit yang di deritanya. Keke adalah gadis yang berusia 13 tahun yang menderita Rhabdomyosarcoma atau kanker jaringan lunak pertama di Indonesia. Kedua orang tuanya sudah bercerai dan Keke tinggal bersama ayahnya dan 2 kakak laki-laki, Chika dan Kiki. Keke sangat beruntung karena ia di kelilingi oleh orang-orang yang menyanyanginya, keluarga dan 6 orang sahabat. Tak hanya itu, ia juga mempunyai kekasih yang juga menyanyangi dan sangat setia dalam menemani sisa hidupnya, yaitu Andi. Pada tahun 2003 karena kanker yang menghinggapinya menyerang bagian wajah gadis itu sehingga tampak menyeramkan hingga ia harus menjalankan serangkaian kemoterapi dan radiasi selama satu tahun lamanya. Akibatnya rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, badannya kurus dan mual-mual. Tetapi ayahnya tak pernah berhenti untuk mempertahankan anaknya yang sangat dicintainya. Dan sahabat-sahabatnya yang selalu menemainya dan tak pernah meninggalkannya walau seperti apapun keadaan Keke. Kesabaran dan ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dari kanker itu. Tetapi tak disangka, setaun kemudian kanker itu kembali dan dapat dikatakan lebih parah dan mematikan. Keke sangat sedih saat mengetahui hal tersebut begitu pula dengan ayahnya. Namun ayahnya yang begitu menyanyanginya tak pernah berhenti berjuang untuk dapat menyembuhkan anak tercinta. Meski sudah di tolak di berbagai rumah sakit, ayahnya tak pernah menyerah. Sampai ayahnya hampir bangkrut karena uangnya habis untuk bermacam pengobatan Keke. Bahkan ayahnya membawanya ke luar negeri untuk menyembuhkan Keke. Dari puluhan dokter memprediksi bahwa Keke hanya akan bertahan hidup tidak kurang dari 3bulan saja, namun Keke mampu bertahan lebih dari satu tahun. Meskipun pada akhirnya semua harus menerima kenyataan bahwa perjuangan Keke sudah cukup dan tak mampu bertahan lagi karena kanker itu sudah menyebar sehingga tidak dapat disembuhkan. Keke meninggal dunia pada tanggal 25 Desember 2006.
Film ini sukses membuat siapapun yang menonton meneteskan air mata karena dibuat dengan suasana sangat haru dan penonton ikut terhanyut dalam cerita. Peran Dinda Hauw sebagai tokoh utama yang memerankan Keke sangat total hingga rela rambutnya digundul. Film ini sangat memotivasi dan layak ditonton untuk semua kalangan.